Peluang Ekspor ke China (1)

Kemajuan ekonomi China telah menimbulkan permintaan besar untuk bahan tambang
seperti batu bara, bijih besi, hasil kebun seperti CPO, tapioka, karet,
perikanan dll. Thailand mengekspor CPO, karet, beras bermutu tinggi. Korea
Selatan dan Jepang mengekspor besi dan baj bermutu tinggi, chip komputer
generasi terbaru. Australia mengekspor batu bara, bijih besi, daging sapi dsb.
Perancis mengekspor semakin banyak pesawat Airbus, anggur, kosmetik dll. Louis
Vuitton dan produsen barang mewah lainnya menikmati kenaikan tinggi dalam ekspor
ke China. Bulgari bahkan punya lebih dari 10 buah toko di China. Selandia Baru
mengekspor keju, daging dll. Indonesia mengekspor minyak bumi, CPO, karet,
lantai keramik, tapioka, singkong, teh, mebel dll.

Teman saya, orang Australia yang beternak dan mengekspor sapi dan dagingnya
sebanyak 20 kontener 40' per bulan ke China, berkata bahwa ia akan mampu
mengekspor 2-3 kali lebih banyak kalau kurs Yuan China naik 20-30%. Konsumsi
daging babi juga meningkat 59% selama 6 bulan terakhir ini.Pola makan orang
China pun berubah. Sebelumnya, ketika masih miskin, sebagian besar porsi makanan
mereka adalah nasi. Sekarang, mereka makan lebih banyak sayur, daging, minum
lebih banyak susu dll. KFC telah membuka lebih dari 1.000 restoran dan
McDonald's sekitar separuhnya. KFC membuka hampir 200 restoran baru setiap
tahun; McDonald's 100-an.

Banyak pengusaha tapioka di beberapa kabupaten Jawa Tengah dan Jawa Timur telah
menikmati kenaikan ekspor yang besar ke China. Di Lampung, beberapa buah pabrik
bahan biofuel dari singkong telah dan sedang didirikan dengan tujuan ekspor
antara lain China.


Faktor-Faktor Penambah Kebutuhan China

A. Impor CPO, jagung, singkong dan/atau tapioka: Pemerintah China tahun lalu
menyatakan bahwa mereka siap membuat kontrak pembelian CPO dengan siapa pun
untuk 10 tahun dengan harga terendah USD 700 per ton. Penyebabnya adalah China
ingin mengganti bahan bahan bakar yang berasal dari fosil dengan yang nabati
(biofuel) karena mereka menetapkan target minimum 20% dari kebutuhan bahan bakar
mereka pada 2020 ditutupi oleh biofuel. Pada tahun tersebut kebutuhan bahan
bakar mereka diperkirakan mencapai 20 juta barel (atau sekitar 3,3 juta ton)
minyak per hari. Jadi, mereka akan perlu sekitar 660 ribu ton biofuel per hari,
atau sekitar 200 juta ton per tahun!!!

B. Minyak goreng dari kelapa sawit, kedelai, bunga matahari, jagung dll: Karena
mereka juga suka goreng-gorengan, yang dibuktikan antara lain oleh banyaknya
jumlah restoran KFC di sana, kita bisa memperkirakan berapa juta ton yang akan
mereka butuhkan pada 2020.

C. GDP per kapita mereka naik menjadi USD 10,000 pada 2020

Sekarang GDP tersebut adalah sekitar USD 2,000. Dengan naik rata-rata 8% saja
plus kenaikan nilai Yuan terhadap USD, yang sangat mungkin akan mencapai 1:1
pada tahun tersebut, GDP USD 10,000 per kapita adalah sangat mungkin akan
terjadi. Kalau jumlah penduduknya menjadi sekitar 1,6 miliar, GDP totalnya akan
mencapai USD 16 triliun. Mereka diperkirakan akan membelanjakan antara 60% dan
65%nya untuk konsumsi, berjalan-jalan dll. Salah satu penyebabnya: pemerintah
China mendorong rakyatnya berbelanja semakin banyak dan berjalan-jalan semakin
sering.

Peluang-Peluang Ekspor

Produk Primer Daerah Tropis:

Pertambangan: minyak bumi, gas, bijih besi, nikel dll.
Perkebunan: CPO, singkong, tapioka, kopi, mangga dan buah-buahan tropis lain,
dll
Pertanian: biji-bijian seperti segala macam kacang, beras bermutu tinggi dll
Peternakan: ayam, telur ayam, daging babi, sapi dll
Perikanan: segala macam ikan laut dan air tawar dll


Produk Olahan

1. Furniture: perangkat meja dan kursi luar ruang, terutama dari kayu jati dan
kayu lain dll
2.Industri manufaktur: keramik lantai bermutu menengah ke atas dll.

Sebagian Pendorong Pertumbuhan Lebih Lanjut Ekonomi China

1. Bank-bank dan perusahaan-perusahaan Taiwan semakin agresif

Karena ada ratusan ribu perusahaan dan ornag Taiwan di China, pemerintah Taiwan
mengijinkan:
(i) Bank-bank Taiwan, melalui unit-unit luar negeri mereka, membeli sebanyak 20%
saham China. Juga, cabang-cabang dan unit-unit mereka di luar negeri boleh
memberikan kredit kepada perusahaan-perusahaan Taiwan di China tanpa harus minta
jaminan.
(ii) Perusahan-perusahaan Taiwan boleh menanam sebanyak 40% dari nilai aset
gabungan bersih mereka di China.

2. Akan semakin banyak perusahaan asing memasuki China secara tergesa-gesa
sebelum yuan China bertambah mahal.

(i) Investasi asing langsung yang diwujudkan selama Januari dan Februari 2008
naik menjadi USD 18.13 miliar, yang berarti kenaikan 75,2% dari total pada
Januari dan Februari 2008.

3. Pemerintah China sendiri mendorong rakyatnya belanja dan berjalan-jalan lebih
sering agar pertumbuhan GDP China tidak terlalu bergantung pada ekspor lagi dan
menjaga agar tidak terjadi deflasi lagi.

Hasilnya:
(i) Selama Januari dan Februari 208, jumlah penjualan eceran meningkat menjadi
sekitar USD 245 miliar, atau naik 20,2 % dari Januari-Februari 2007.

(ii) Gaji naik rata-rata 20% per tahun selama 6 tahun terakhir ini sehingga
sekarang gaji pekerja pabrik mencapai antara USD 120 dan 160 per orang per
bulan. Untuk mempertahankan para pegawainya yang rata-rata telah terampil,
sangat produktif dan rajin itu, produsen-produsen sepatu Nike di China menggaji
USD 160 per orang per bulan. Dampak negatif: banyak perusahaan sepatu, garmen
dan mainan merugi, tutup atau harus pindah ke pedalaman China atau ke luar
negeri misalnya Indonesia, Vietnam.

(iii) Jumlah orang China yang pergi ke luar negeri semakin naik, baik sebagai
turis atau usaha dan tujuan lain, yang jumlahnya melebihi 30 juta orang pada
2006 dan sekitar 40 juta pada 2007. Statistik WTO mengungkapkan bahwa China
telah menjadi sumber utama turis dari Asia sejak 2003. Karena itu, WTO
memperkirakan bahwa jumlah ornag China yang pergi ke luar negeri akan mencapai
100 juta ornag pada 2020. Peluang besar untuk Indonesia. Pemerintah AS
memperkirakan turis China ke AS akan mencapai 79.000 orang pada 2011. Saat ini
mereka menghabiskan rata-rata USD 6,000 per orang selama berkunjung ke AS. Turis
China terkenal royal. Pemerintah Indonesia sedang berupaya menambah jumlah turis
China dari sekitar 200.00 orang sekarang menjadi 500.000. Di Western Cape
(Tanjung Barat), Afrika Selatan, mereka diberitakan suka berbagai macam anggur
dan makanan yang ditawarkan selain mengunjungi tempat-tempat wisata seperti
taman bertema, daerah-daerah terkenal misalnya Pulau Robben. Kita punya Pulau
Bali dll, bukan?

Pesan-Pesan kepada Para Calon Eksportir ke China

1. Cari informasi yang tepat tentang biaya kirim, pajak ekspor dll.

2. Selalu bertransaksi dengan pembayaran lewat L/C yang diterbitkan oleh
bank-bank utama China atau asing walaupun agak berbeli-belit dan menimbulkan
biaya uang, tenaga serta waktu ketika memulainya. Transaksi lewat T/T dapat
berakibat merugikan misalnya pembeli/importir gagal bayar secara tepat waktu
atau bahkan tidak membayar sama sekali walaupun telah berlangganan cukup lama
dan bayaran-bayaran yang sebelumnya lancar. Berkonsultasilah dengan eksportir
Indonesia yang telah berpengalaman pahit-getir.

3. Buat kontrak yang menentukan bahwa pembeli mengirimkan pemeriksa mutu
barang/kuasanya masing-masing sebelum barang dimasukkan ke dalam kontener atau
bahkan selama waktu produksi. Pemeriksa/kuasa itu harus menyetujui secara
tertulis bahwa barang yang bersangkutan telah memenuhi syarat kontrak dll
sehingga tidak akan timbul gugatan atau sengketa baik mengenai mutu, berat
maupun jumlah barang yang diekspor.

4. Biasanya perlu waktu yang cukup lama, antara 6-12 bulan, sebelum tercapai
kesepakatan harga dan membuat kontrak jual-beli barang. Tepati janji untuk
menelepon, mengirimkan email, fax dll sehingga mereka akan semakin percaya.

5. Eksportir yang mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok harus sering
berkonsultasi dengan EMKL atau perusahaan pelayaran agar tidak mengalami
keterlambatan pengangkutan dll. Cari perusahaan pelayaran atau EMKL yang
berpengalaman mengirim barang ke China.
 

Silakan kirim komentar ke: indrasonny@tjansietek.com