|
INVESTMENTS
Tel.: 6221 527 6559, Fax:
6221 527 5615
e-mail:
indrasonny@tjansietek.com
A. Indonesian
A.
Indonesian
a.
Penasihat Investasi & Analis Bursa saham
& Pasar Uang dll
b.
Risiko Berdagang Saham tanpa Pengetahuan yang semestinya
c.
Hati-hati dengan
Tawaran Kredit, BG dan L/C LN
d.
Perijinan
& Pedoman Prilaku Penasihat Investasi
berdasarkan
UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995
B. English
Stock & Money Market Investment Services
An official personal licensed investment advisor and
capital market analyst, I offer capital market advisory services and second
opinions, specifically on stock picking, to national and foreign high net-worth
individuals and institutions. I specifically research under-valued firms with strong fundamentals.
General criteria of firms eligible for my research:
1. Relatively good business records of the founders and management
2. Publicly listed for at least two years
3. A maximum leading P/E ratio of 12
4. A minimum free flotation rate of 25%
5. An adequate degree of public disclosure and transparency
Firms are under-valued mostly for a variety of reasons, including lack of
transparency, growth, profitability, liquidity, management integrity, perceived
management incapability, apparent financial and operational inefficiencies in
comparison with their peers.
I have equipped myself with advanced stock valuation skills to discover
under-valued firms with strong fundamentals and specifically those with “hidden
assets.”
Tel.:
6221 527 6559;
Fax:
6221 527 5615
e-mail:
indrasonny@tjansietek.com
Favorite business quotation:
“If you are ready to give up everything else—to study the whole history and
background of the market and all the principal companies whose stocks are on the
board as carefully as a medical student studies anatomy—if you can do all that
and, in addition, you have the cool nerves of a great gambler, the sixth sense
of a kind of clairvoyant and the courage of a lion, you have a ghost of a
chance.” Bernard M. Baruch, one of America’s greatest financiers and speculators
Risiko Berdagang Saham tanpa Pengetahuan yang semestinya
If you have built
castles in the air, your work need not be lost; it is where
they should be. Now put the foundations under them. HENRY DAVID
THOREAU, WALDEN
(i) Seorang pengusaha, yang bergelar S1 Sipil, pensiun dini pada
1998. Dengan
sedikit sekali pengetahuan tentang dinamika BEJ, ia memulai
“berdagang” saham.
Ia menyetor Rp 50 juta ke rekeningnya di sebuah perusahaan sekuritas.
Mulailah
ia berdagang saham dengan mengandalkan informasi dan anjuran
orang-orang yang
tidak profesional, membaca berita saham di koran dan majalah,
menganalisa dan
“meriset” kabar burung dan sejenisnya. Dalam dua minggu, ia mencetak
laba hampir
15% bersih. Bukan main!!!
Lalu, ia mencairkan sebagian depositonya
dan menambah
Rp 100 juta ke rekeningnya. Dalam satu bulan, ia “diberi” laba
bersih Rp 20
juta. Karena itu, ia dan isterinya sepakat menjual dua di antara 6
buah rumah
mereka untuk menambah “modal kerja.” Terkumpullah sekitar Rp 600
juta. Mereka
mulai bermain margin. Dalam sebulan berikutnya, mereka “diberi laba”
lagi
sebesar Rp 150 juta. Kemudian, mereka memutuskan menjual dua buah
lagi rumah
untuk mencapai “modal kerja” Rp 1 miliar. Apa yang terjadi tiga
bulan kemudian?
Mereka kehilangan semua modal mereka, berikut sisa tabungan!!!
(ii) Seorang teman keluarga kami, mantan kontraktor bangunan yang
cukup besar,
“diberi laba” bersih sebesar Rp 10 juta hanya dalam 3 minggu setelah
ia membuka
rekening di perusahaan sekuritas dengan dana Rp 100 juta. Ia tidak
melakukan
apa-apa karena brokernya yang melakukan semua perdagangan. Lalu, ia
menambah
setorannya menjadi Rp 200 juta. Terjadi yang sama” ia “diberi laba”
bersih Rp 35
juta dalam sebulan. Karena itu, ia menjual bisnisnya dan memasukkan
semua uang
hasil penjualan itu ke rekeningnya. Ia membeli sebuah yacht dan
kadang-kadang
menelepon kami dari laut bahwa: Kalian semua bodoh. Tirulah aku:
mendapat laba
bersih di atas 10% per bulan sambil memancing di laut dan memakai
handphone
untuk mengiyakan atau menolak ide broker. Sekitar 5 tahun yang lalu,
ia
kehilangan semua miliknya: rumah yang nyaman dan besar di Jakarta
Utara, semua
mobilnya yang hebat-hebat, dan juga dikejar-kejar banyak debt
collector.
(iii) Seorang teman jogging saya yang baru bercerita: Sekitar 3
tahun yang lalu
dia dan adiknya rugi hampir Rp 2 miliar. Yang lebih parah adalah
adiknya karena
meminjam uang keluarga, teman-teman dan banyak orang lagi dengan
bunga 3% per
bulan dalam bentuk perjanjian penitipan uang. Itu terjadi karena
adiknya
berkenaan dengan seorang broker perusahaan sekuritas dan ditawari
untuk ikut
modal dalam berdagang saham dengan janji lisan bahwa adiknya akan
diberi bunga
tetap sejumlah 6% dari yang ditanam. Selama hampir setahun adiknya
menerima
bunga itu secara teratur sehingga adiknya mengajak dirinya untuk
berinvestasi
juga. Juga, adiknya meminjam Rp 1 miliar dari keluarga dan
teman-temannya
melalui perjanjian utang piutang dengan bunga 3% per bulan. Dalam
waktu enam
bulan setelah itu, teman saya itu dan adiknya kehilangan Rp 2 miliar
karena boss
sang broker bunuh diri berhubung bangkrut dan meninggalkan utang
ratusan miliar
rupiah. Sekarang ini adik teman saya itu harus melarikan diri karena
ia
dikejar-kejar oleh anggota keluarga dan teman-temannya tersebut.
Yang paling
parah: beberapa orang temannya ternyata telah menggadaikan
rumah-rumah mereka
kepada bank dan individu untuk dipinjamkan kepadanya sebelum ia
pailit.
Risk varies inversely with knowledge. IRVING FISHER, 1931
Kejadian-kejadian di atas menunjukkan bahwa risiko berbanding
terbalik dengan
tingkat pengetahuan. Semakin sedikit pengetahuan seseorang dalam
dinamika bursa
saham, akan semakin besar risiko yang harus anda pikul. Jadi, anda
perlu menimba
pengetahuan baik melalui bacaaan yang bermutu, berkonsultasi dengan
analis yang
berpengalaman, memenuhi syarat dan juga jujur, belajar secara
akademis maupun
secara informal melalui kursus tentang pasar modal, khususnya bursa
saham.
Sebagai informasi, salah satu cara informal yang bermutu untuk
belajar tentang
pasar modal adalah ikut kursus persiapan ujian untuk memperoleh
sebutan Chartered
Financial Analyst (CFA), atau CFA charterholder. Sebutan itu
diberikan oleh CFA
Institute, Amerika Serikat, dengan alamat cfainstitute.com. Menurut
statistik
mereka, secara rata-rata seorang CFA charterholder menghabiskan 4.5
tahun untuk
memperoleh sebutan tersebut. Persyaratan pesertanya: berpendidikan
minimum S1
segala bidang atau yang sederajat dengan pengalaman dalam bidang
manajemen
bisnis, keuangan atau yang terkait. Lihat web site di atas untuk
informasi lebih
jauh. Sampai saat ini di Indonesia baru ada sekitar 80 orang CFA
charterholder
sehingga negeri kita sangat kekurangan. Suatu peluang besar untuk
yang berminat!
Markets can remain irrational longer than you can remain solvent.
JOHN MAYNARD
KEYNES
I love a hedge sir. HENRY FIELDING, 1736
Prophesy as much as you like, but always hedge. OLIVER WENDELL
HOLMES, 1861
Despite its scientific pretensions, economics still remains more of
an art than
a science. ROBERT KUTTNER
Penasihat Investasi & Analis Bursa Saham & Pasar Uang dll
1. Pemberian pendapat kedua atau sebagai penasihat atau pembanding
Calon investor saham dan obligasi biasanya mendapat dan/atau minta
pendapat
broker atau dealernya masing-masing. Perusahaan kami menyediakan
jasa
pendampingan langsung kepada calon investor atau memberikan pendapat
kedua atau
sebagai penasihat, pelengkap atau pembanding yang benar-benar
independen.
Tujuannya: memperdalam pengetahuan dan memperluas wawasan calon
investor
sehingga dapat membuat keputusan dengan (penuh) pengetahuan.
Contoh situasi: Calon investor ditawari suatu saham atau obligasi
oleh broker
atau dealer. Kami siap memberikan pendapat sebagai penasihat yang
mungkin akan
menambah, membantah atau membenarkan informasi yang diberikan oleh
broker atau
dealer tersebut dan menilai kelayakan harga sekuritas yang
bersangkutan menurut
perspektif fundamental yang rasional, cerdas dan jangka panjang.
Kami juga akan
memberikan suatu rasa tentang perlunya berinvestasi secara
proporsional atau
menyebarkan risiko.
Misalnya:
(i) Jangan pernah memakai lebih dari 20% dari harta tunai calon
investor dalam
berinvestasi di bidang saham atau obligasi.
(ii) Maksimum hanya 1/5 dari 20% itu boleh diinvestasikan dalam
saham atau
obligasi yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan dan kelompoknya.
(iii) Jangan beli saham atau obligasi dua buah perusahaan yang 100%
keadaan
bisnisnya saling terkait atau besaran naik-turunnya harga saham
maupun obligasi
mereka sama, atau berkorelasi 1, yaitu kalau keadaan bisnis yang
satu sedang
bagus, yang lain juga sama bagusnya, atau harga sahamnya sama-sama
naik 10%.
Contoh: perusahaan eksplorasi dan produksi minyak bumi, tambang batu
bara,
kelapa sawit.
(iv) Beli saham atau obligasi dua buah perusahaan yang keadaan
bisnisnya atau
besaran naik-turunnya harga saham dan obligasinya berhubungan
negatif, atau
berkorelasi <-1, yaitu kalau keadaan bisnis yang satu sedang bagus,
yang lain
jelek. Kalau harga saham dan obligasi perusahaan yang satu naik,
yang lain
turun. Korelasi yang disarankan adalah antara -40% dan -100%.
Semakin tinggi
angka persentasi korelasi negatif tersebut, semakin bagus korelasi
negatifnya.
Contoh: Kalau kurs USD/IDR naik, harga saham perusahaan eksportir
yang
penghasilannya dalam USD dan tidak punya (banyak) utang dalam USD
akan naik
sedangkan harga saham perusahaan lain yang bahan bakunya harus
diimpor dalam USD
dan punya utang dalam USD akan turun.
Catatan: Segala korelasi tidak berlaku kalau ada kejadian moneter
atau
makroekonomi, atau sistemis, misalnya kenaikan suku bunga bank di
Indonesia,
sulit sekali mencari saham yang perusahaannya untung karena kenaikan
tersebut.
Yang biasanya terjadi adalah turunnya harga saham perbankan dan
perusahaan
properti. Bidang-bidang lain juga terpengaruh, terutama perusahaan
yang punya
banyak utang bank dengan suku bunga mengambang.
2. Segala jenis transaksi: joint venture, keagenan, kedistributoran
dll dengan
pihak dalam maupun luar negeri yang mencakup pendampingan selama
perundingan,
penyusunan dan penyelesaian naskah perjanjian, baik dalam bahasa
Indonesia
maupun Inggeris.
3. Jual-Beli & Penentuan Harga Wajar Saham
Perusahaan
Informasi
lebih lanjut dapat diperoleh lewat:
Tel. 6221
527 6559, email:
indrasonny@yahoo.com
Fax: 6221 527
5615
Comment on this article
Back
to top
|
|